Rabu, 09 September 2015

MAHASISWA BERKARAKTER
"PERUBAHAN "

Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon-calon intelektual.
Menjadi mahasiswa berarti secara otomatis telah menandatangani kontrak kerja untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara.Dengan demikian, mahasiwa berkarakter artinya mahasiswa yang memiliki kualitas mental, kekuatan moral, akhlak, atau budi pekerti yang berasal dari nilai-nilai, dan mempunyai keyakinan yang tertanam dalam jiwa sehingga muncul kepribadian khusus yang melekat pada dirinya.
Pemuda adalah generasi masa depan yang dengan tangannya diharapkan dapat mengubah bangsa menuju bangsa yang bermoral dan beradab.Bergerak tidaklah melulu berbicara mengenai demonstrasi, dan aksi jalanan yang terkadang berujung anarkis destruktif. Mahasiswa sesuai harapan masyarakat sebagai seorang intelektual muda sudah semestinyalah bergerak di salah satu sektor gerakan sosial, yaitu bidang pendidikan. Gerakan sosial dalam hal pendidikan adalah sebuah perubahan dalam hal pendidikan yang di gerakkan secara sistematis dan dilakukan secara kolektif.
Meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi pembangunan masyarakat daerah, maka sebuah gerakan dalam pendidikan merupakan dasar pembangunan karakter generasi bangsa Indonesia pada umumnya dan di setiap daerah khususnya. Didasari oleh janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka seyogyanya lah mahasiswa mengambil inisiatif untuk mendampingi anak-anak usia PAUD hingga sekolah menengah di pinggiran kota maupun plosok desa dengan kerjasama seluruh mahasiswa yang memiliki cita-cita dan kesadaran yang sama untuk sebuah perubahan bangsa yang lebih baik kedepannya. Berlandaskan pada tri dharma perguruan akan pengabdian kepada masyarakat, sudah sepatutnya lah seluruh mahasiswa di negeri ini untuk turun dan bergerak, ikut serta turun tangan membantu pemerintah dalam usahanya memerataan pendidikan di negeri ini.
Karena dengan keterdidikan generasi, maka suatu bangsa akan dapat mengatasi problem-problem yang tengah terjadi di negeri ini, mulai dari kurangnya kreativitas, tingginya angka kriminalitas, rusaknya moral penguasa, hingga kemiskinan yang telah membudaya. Dengan pendidikan, drajat dan martabat bangsa ini akan terangkat di dunia internasional, terlebih lagi Indonesia yang akan menyongsong Asean Economy Community. Daya saing hanya akan bisa di tingkatkan melalui keterdidikan dengan jalan pendidikan.Kalimantan timur, konon katanya merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia, nyatanya rakyat hanya ibarat kelaparan di lumbung padi. Akan terjadi bencana termarjinalkannya putra asli daerah, ketika Indonesia menyongsong AEC 2015 manakala kualitas pendidikan generasi penerus tidak di upgrade, kita hanya akan menjadi penonton di rumah sendiri sementara para tamu bersorak sorai berbahagia menemukan “tambang nasi”.
Dan pada akhirnya manakala semua kompak dan bersatu maka, cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju serta beradap sepenuhnya akan tercapai. Di mulai dari samarinda maka seyogyanya kita sebagai mahasiswa untuk dapat memasuki ruang-ruang tak terjamah pemerintah dalam pendidikan. Dan pada akhirnya melalui pendidikan kita sebagai mahasiswa memberikan kontribusi terbaik sebagai intelektual muda, turun dan bergerak mengisi ruang kosong tak terjamah pemerintah sebagai upaya mahasiswa berkontribusi dalam revolusi mental bangsa Indonesia menuju kejayaan di AEC.